Ini dia 4 Fakta dugaan Pemerintah China blokir App WhatsApp

4 Fakta soal dugaan Pemerintah China blokir WhatsApp

Para pengguna WhatsApp di China dirundung ketakutan akan diblokirnya aplikasi messaging milih Facebook tersebut.

Dilaporkan Mashable, pada Selasa (18/7), para pengguna WhatsApp di negeri Tirai Bambu itu sama sekali tak bisa melakukan pengiriman gambar dan video. Sontak masyarakat mencurigai masalah bukan ada pada WhatsApp, namun kebijakan pemerintah China yang melakukan pemblokiran.

Apa saja yang jadi fakta-fakta akan dugaan pemblokiran aplikasi chat paling populer di dunia tersebut? Mari kita simak ulasannya.

 

1. Pengguna kesulitan mengirim video dan foto

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pengguna WhatsApp kesulitan untuk mengirim konten video dan foto melalui aplikasi tersebut. Hal ini juga terjadi pada pengguna WhatsApp di luar China yang mengirim konten video atau gambar ke pengguna WhatsApp di China, di mana pesan tak akan terkirim.

Pengguna di China tetap bisa mengakses WhatsApp, namun dengan layanan VPN. Bahkan, beberapa pengguna juga mengeluhkan terblokirnya VPN.

 

2. Pemerintah China memang ‘hobi’ blokir

Pemerintah China memang sengaja melarang warganya untuk menggunakan media sosial yang lazim digunakan masyakarat dunia: seperti Facebook, YouTube, Twitter. Di China, Google Play pun tak bisa diakses.

Di China, warganya menggunakan hanya sedikit jejaring sosial, yang paling populer adalah Weibo dan Tencent.

Soal aplikasi chat, yang paling populer di sana adalah WeChat. Itupun dimonitor secara ketat oleh Pemerintah China. Hal ini dilakukan WeChat atas aturan Pemerintah China, di mana mereka melakukan sensor terhadap beberapa kata atau kalimat, seperti “penangkapan,” “aktivis,” “Hak Asasi Manusia”, dan sebagainya. Hal ini tak cuma ada di WeChat, namun juga terjadi di Weibo.

Jadi, alternatif dari WhatsApp yang isi pesannya dienkripsi sehingga aman untuk membicarakan apapun, ternyata dimonitor ketat oleh pemerintah. Jika ketahuan berbicara dengan nada sensitif soal Pemerintah di aplikasi selain WhatsApp yang dipantau, Pemerintah China tak akan ragu menciduknya.

 

3. Kemungkinan hanya error

Seakan merupakan plot twist, diduga ini bukanlah pemblokiran atau penyensoran. Ini hanyalah error semata. Bermasalah pada hari Selasa, pada Rabu esoknya, WhatsApp dilaporkan kembali normal. Tak cuma kembali normal, dari laporan pengguna, koneksi pun sama sekali tak down seperti sebelumnya.

Meski demikian, ada beberapa yang masih tersandung error ini. Lewat beberapa uji koneksi yang dilakukan oleh media China yakni South China Morning Post, video dan gambar yang dikirim lewat WhatsApp berujung peringatan “loading thumbnails.”

Melansir Mashable, error ini merupakan kesalahan jaringan karena database gambar dan video dari WhatsApp memang satu infrastruktur dengan Facebook. Seperti yang kita tahu, Facebook diblokir di China meski WhatsApp tidak. Hal ini bisa dibuktikan dengan gambar yang kita simpan dari WhatsApp ternyata merujuk ke situs database Facebook dengan lambang Facebook pula.

 

4. Ada kemungkinan ini hanya ‘konspirasi’

Berdasarkan apa yang diberitakan Quartz dan Mashable, hal ini merupakan konspirasi Pemerintah. Pasalnya, momen errornya WhatsApp ini sama dengan meninggalnya Liu Xiaobo, aktivis China yang dipenjara karena menuliskan menifesto demokrasi melawan Partai Komunis yang menguasai China. Xiaobo sendiri merupakan pemenang nobel perdamaian.

Meninggalnya Liu Xiaobo menjadi duka di seluruh dunia, dan sebuah foto ikonik dari sang aktivis yang sedang memeluk istrinya di tahanan, menjadi viral.

Liu Xiobo ©2017 Merdeka.com

Terkait hal ini, Pemerintah China tentu tak ingin warganya melihat foto tersebut dan ikut berduka. Untuk mencegah itu terjadi, menurut laporan Citizen Lab yang merupakan lembaga riset interdisiplin yang dibawahi University of Toronto, foto dari Xiaobo otomatis tersensor dari WeChat. Ketika foto tersebut dikirim di WeChat, penerima tak akan pernah menerimanya.

Sementara melansir pernyataan peneliti kriptografi yang dikutip NYTimes, Pemerintah China tak bisa melakukan sensor di WhatsApp, sehingga mereka menarget fitur dan fungsi tertentu di WhatsApp agar satu foto itu tak tersebar. Jadilah fungsi pengiriman video dan gambar ‘macet’ di aplikasi chat yang penggunanya sangat kecil di China itu.

Leave a Reply