Inilah Hal yang Sebaiknya Dilakukan Saat Liburan di Solo

tempat wisata di solo

Kota Solo adalah destinasi wisata favorit yang ada di Jawa Tengah. Tiap akhir pekan atau libur panjang, Kampung Halaman Presiden Joko Widodo ini selalu dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah. Makanya, buat kamu yang lagi bingung menentukan tempat wisata terbaik yang ada di Pulau Jawa, Kota yang juga dikenal dengan sebutan Surakarta ini sangat cocok untuk masuk dalam daftar rencana liburan.

 

Lalu, hal menarik apa saja yang bisa kita lakukan di Solo sehingga Kota ini sangat layak untuk dikunjungi? Sambil mencari.daftar hotel di Solo, yuk simak jawabannya:

 

 

  • Menyusuri Sejarah Keraton Solo

 

Source: print.kompas.com

 

Liburan di Solo, tidak akan lengkap rasanya kalau belum mengunjungi ikon pariwisata sekaligus ikon Kota Solo itu sendiri, yaitu Keraton Surakarta Hadiingrat. Keraton ini adalah tempat yang paling tepat untuk belajar sejarah tentang Kota Solo karena tempat ini adalah kediaman keluarga Kasuhunan Surakarta.

 

Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1755 saat Susuhunan Pakubuwono II berkuasa untuk menggantikan Keraton Kartasurya yang rusak akibat Gegerp Pecinan di tahun 1743. Meskipun sudah berusia ratusan tahun, bangunan bersejarah ini tetap berdiri kokoh, bahkan masih digunakan sebagai tempat tinggal keluarga Kasuhunan. Di dalamnya, kamu bisa melihat aneka koleksi kasuhunan seperti alat musik tradisional. benda pusaka, dan masih banyak lagi. Berbagai upacara perayaan tradisional pun masih sering di gelar di Keraton yang satu ini. Selain itu, kamu juga bisa melihat arsitektur tradisional Jawa yang menawan karena Keraton Surakarta Hadiningrat dianggap sebagai bangunan Jawa terbaik hingga sekarang.

 

Setelah mempelajari sejarah  dan budaya Solo di Keraton Surakarta Hadiningrat, kamu juga bisa menyusuri jejak sejarah lainnya di Istana Mangkunegara yang terletak di komplek Pura Mangkunegara. Istana ini adalah tanda bahwa pemerintahan di Surakarta terbagi dua setelah adanya Perjanjian Salatiga pada tanggal 17 Maret 1757. Sejarahnya, bangunan ini hadir sebagai bentuk perlawanan Raden Mas Said atau Mangkunegara I terhadap VOC.

 

Dari segi arsitektur, Istana Mangkunegara adalah saingan berat bagi Keraton Surakarta Hadiningrat dalam hal arsitektur tradisional khas Jawa. Jadi, bangunan ini pun tak kalah indahnya dengan keraton yang dihuni oleh keluarga Pakubowono tadi.

 

 

  • Belanja Barang Antik di Pasar Triwindu

 

Source: travel.kompas.com

 

Bagi pecinta barang antik, Kota Solo bak pulau berisi harta karun karena di sana ada Pasar Triwindu yang merupakan pusat perbelanjaan barang antik. Di dalam pasar yang berdiri sejak 1939 ini, ada banyak ruko yang menjual barang-barang kuno dari berbagai jaman seperti piring, alat musik, sepeda, perabot rumah tangga, koin, benda pusaka, dan masih banyak lagi. Semua benda antik tersebut dijual dengan harga yang beragam, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah.

 

Pasar dengan gaya arsitektur tradisional ini selalu dipenuhi wisatawan setiap harinya. Soalnya, barang-barang yang dijual di sana bukan hanya bisa dijadikan sebagai koleksi saja, tapi juga cocok untuk dihadiahi kepada orang-orang tersayang di rumah. Kalau perlu, kamu juga bisa menjual kembali barang antik yang dibeli di Pasar Triwindu kepada kolektor lain.

 

 

  • Melihat Monumen Pers Nasional

 

Source: travel.detik.com

 

Monumen yang dibangun pada tahun 1978 ini, kamu bisa melihat koleksi yang berhubungan dengan dunia penerbitan dan jurnalistik dari jaman sebelum dan sesudah revolusi. Di dalamnya, terdapat juataan majalah dan koran, serta koleksi alat-alat reportase seperti mesin tik, pemancar, dan masih banyak lagi.

 

Museum Pers Nasional juga secara tidak langsung menjadi saksi bisu dari terbentuknya Persatuan Wartawan Indonesaia (PWI) pada tahun 1946. Soalnya, munumen ini berdiri di atas bangunan bersejarah yang sudah ada sejak tahun 1918. Bangunan tersebut dibuat atas inisiasi mangkunegara VII sebagai balai pertemuaan pada masa itu.

 

 

  • Mengunjungi Museum Batik Danar Hadi

 

Source: citizen6.liputan6.com

 

Salah satu tempat yang recommended untuk melihat koleksi batik adalah Museum batik Danar Solo. Di dalam museum ini, terdapat ribuan helai batik terbaik. Menariknya, museum ini memiliki koleksi batik dengan tema yang beragam, semua dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan lingkungan. Ada Batik Keraton, Batik Sudagaran, Batik Petani, Batik Belanda, Batik Cina, Batik Djawa Hokoka, hingga Batik India.

 

Museum ini didirikan oleh Santosa Doellah pada tahun 1967. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan mengembangkan seni batik. Namanya, diambil dari dua nama seseorang yang berharga bagi Santosa, yaitu Danarsih yang merupakan istri dari Santosa dan  Hadipriyono yang tak lain adalah ayah mertua Santosa.  Kalau kamu ingin ikut melestarikan batik, kunjungi saja museum yang berada di jalan Slamat Riyadi ini.

 

 

  • Mencicipi Selat Solo

 

Source: travel.kompas.com

Untuk mengobati rasa lelah setelah berkeliling Kota Solo, kamu perlu mencicipi kuliner khas setempat yang disebut Selat Solo. Makanan yang satu ini adalah bistik khas Belanda yang dimodifikasi dengan nuansa Nusantara. Di dalamnya ada daging sapi, sayuran, dan kuah yang menyegarkan.

 

Untuk memudahkan liburanmu, carilah hotel di Solo yang dekat dengan tempat-tempat di atas. Di sana, ada banyak penginapan murah yang bisa kamu pesan.


Lalu untuk mendapatkan hotel di Solo dengan penawaran harga terbaik, kamu bisa memesan  penginapan murah di reservasi.com.