Penting !!! Perhatikan Hal ini Sebelum Beli Rumah Bekas dengan KPR

Membeli rumah dijual di Semarang bukan seperti membeli kacang loh, butuh banget banyak pertimbangan yang harus kamu pikirkan sebelum membeli rumah. Seperti halnya memilih rumah baru atau rumah bekas. Kebanyakan orang memilih membeli rumah baru dari pengembang (developer) karena legalitas serta dokumen rumah lebih terjamin. Namun, sebagian orang juga memfavoritkan rumah bekas, karena harga yang miring, pembeli bisa mendapatkan hunian siap tinggal, bahkan lengkap dengan perabotan di dalamnya. Rumah bekas juga kerap menjadi bidikan para investor yang ingin mendapat keuntungan setelah melakukan sedikit renovasi pada bangunan.

Meski begitu, apakah membeli rumah bekas selalu memberi keuntungan? Jika tidak pandai melakukan perhitungan, atau tidak teliti ketika mengecek kondisi bangunan, malah kerugian yang kamu dapatkan.Untuk membantu kamu menemukan rumah bekas yang berkualitas, hindari membeli rumah dengan beberapa kerusakan krusial, berikut ini lima tanda negatif rumah bekas:

  • Retak Dinding
  • Dinding Lembab
  • Ruangan gelap
  • Lokasi buruk
  • Suara Bising

 

TAHAPAN BELI RUMAH BEKAS DENGAN KPR

Jika pada umumnya rumah bekas dibeli dengan cara tunai, ternyata fasilitas KPR yang berikan bank juga bisa dimanfaatkan. Hanya saja biasanya rumah bekas yang bisa dibiayai dengan KPR ini, berada dalam naungan pengembang perumahan. Nah, untuk kamu yang masih bingung dalam melakukan proses pembelian rumah bekas dengan KPR, Berikut ulasan tahapan membeli rumah bekas dengan KPR.

 

Menghitung Daya Beli

Perlu diketahui, besarnya angsuran rumah yang diperbolehkan bank maksimal 30 persen dari penghasilan tetap, di luar tagihan lainnya. Penjumlahan penghasilan ini boleh ditambahkan dengan gaji pasangan kamu. Misalnya, total pendapatan kamu dan istri per bulan sebesar Rp10 juta, maka 30% nya adalah Rp3 juta. Jumlah inilah yang dapat kamu sisihkan untuk cicilan rumah bekas per bulannya. Serupa dengan pembelian rumah baru, kamu juga perlu menyiapkan uang muka sebesar 20% hingga 30%. Hanya saja pembayaran DP rumah bekas tidak diberikan kepada pengembang, melainkan kepada penjualnya langsung.

 

Tentukan Rumah dan Negosiasi

Jika perhitungan daya beli sudah sesuai dengan anggaran kamu, selanjutnya adalah melakukan kulifikasi. Cari tahu rumah dijual di Semarang bekas mana yang harga cicilannya pas dengan kantong kamu. Kemudian lakukanlah negosiasi dengan penjual mulai dari besaran uang muka, dan harga rumah.

 

Perjanjian Tambahan

Untuk memperkuat posisi kamu dalam hukum, sebaiknya buat perjanjian tambahan dengan penjual, terkait dengan harga yang sudah ditetapkan agar tidak berubah. Tentukan juga waktu pengosongan rumah oleh penghuni lama atau penjual.

 

Perbanyak Survei

Pengajuan KPR sebaiknya dilakukan setelah nego harga dengan penjual selesai. Agar hasilnya tidak melenceng jauh dari harga pasaran, maka sebaiknya kamu melakukan survei terlebih dahulu. Survei ini juga dilakukan oleh bank dalam menentukan plafon/batas kredit.

 

Pengajuan KPR

Setelah nego harga selesai, kamu bisa mempersiapkan persyaratan pengajuan KPR ke bank pilihan kamu. Berkas persyaratan pengajuan sebaiknya diserahkan lengkap, agar proses pemeriksaan dan persetujuan kredit tidak terhambat. Tambahan dokumen yang harus dibawa untuk pengajuan KPR rumah bekas adalah fotokopi sertifikat, fotokopi IMB, fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir, dan surat kesepakatan jual beli rumah yang ditandatangani diatas materai. Perlu diketahui, pembiayaan bank untuk rumah bekas maksimum 80% dari nilai pasar. Sedangkan plafon pembiayaan biasanya diberikan rentang Rp25 juta hingga Rp3,5miliar. kamu bisa menemukan produk KPR yang tepat hanya dengan meminta pihak lembaga keuangan atau Bank untuk memberikan simulasi cicilan KPR atau dengan mengunjungi situs – situs finance atau property yang memiliki aplikasi untuk membuat gambaran KPR yang akan kamu jalani.

 

Pengecekan Notaris

Setelah berkas aplikasi diserahkan, bank akan melakukan appraisal (penilaian) terhadap harga rumah, sekaligus memberikan kuasa pada notaris untuk mengecek keabsahan surat-surat dokumen rumah dan tanah yang ditinjau, diantaranya sertifikat tanah, IMB, dan PBB. Pengecekan oleh notaris akan memberikan jaminan keamanan sehingga bisa terhindar dari tindak penipuan oleh penjual rumah. Jika surat-surat diragukan, maka notaris berhak menginformasikan pada bank bahwa rumah tidak layak beli sehingga bank akan menolak aplikasi KPR. Jika menurut notaris surat-surat sudah valid, maka bank akan menilai kamu layak mendapat pinjaman KPR, kemudian akan diundang untuk melakukan akad kredit di depan notaris.

 

Menyiapkan Dana Lain

Ada dua pengelompokkan biaya yang harus disiapkan oleh pembeli rumah bekas. Pertama, biaya yang terkait dengan proses KPR (biaya transaksi, biaya notaris, biaya provisi bank, biaya asuransi kebakaran, dan biaya asuransi jiwa). Kedua, biaya yang terkait dengan proses transaksi (termasuk di dalamnya Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB). Total biaya tambahan yang harus dianggarkan adalah 5% dari total harga rumah. Lalu kamu juga perlu menyiapkan dana tambahan untuk merenovasi bagian rumah sesuai dengan keinginan. kamu bisa juga memilih pinjaman tambahan dari KTA dengan suku bunga ringan dan flat sehingga cicilan perbulannya tetap dan bisa diatur dengan angsuran KPR. Pilihan pinjaman KTA yang bisa membantu kamu menyiapkan dana tambahan renovasi rumah adalah HSBC Personal Loan.

 

Itulah beberapa tahapan yang bisa kamu lakukan untuk membeli rumah dijual di Semarang bekas dengan sistem pembayaran KPR. Pastikan semua proses berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Jangan lupa untuk tidak membebankan diri dengan nilai cicilan atau angsuran yang cukup besar sehingga menyiksamu setiap bulannya.