Produk Kredit Pembiayaan Syariah Yang Menguntungkan

Kredit adalah salah satu solusi yang bisa kita ambil jika kita tidak mampu membayar suaru barang kebutuhan dalam jumlah yang cukup besar sekaligus, dan terbukti kredit ini menjadi fasilitas pembiayaan yang cukup diminati oleh banyak orang. Namun, tidak sedikit cerita seram yang bermunculan akibat aktifitas kredit ini jika sampai terlambat membayar cicilan seperti ditagih oleh penagih hutang sampai penyitaan barang secara paksa, dan ini justru menjadikan kredit bukan lagi solusi yang baik untuk diambil. Tetapi bukan berarti tidak ada solusi sama sekali di jalan ini, karena Anda bisa mengambil kredit dari pembiayaan syariah.

 

Pembiayaan syariah jelas berbeda dengan pembiayaan konvensional dimana syariah bisa membuat hidup kita lebih tenang sekalipun berada dalam masa kredit. Kenapa demikian? Hal ini tidak lain karena berbagai kelebihan yang dimiliki oleh pembiayaan secara syariah ini dimana salah satunya adalah tidak adanya bunga. Pada pembiayaan secara konvensional, kata bunga ini sangat melekat dengan erat sehingga jika Anda mengambil jalan konvensional, selain Anda harus membayar pinjaman pokoknya, Anda juga harus membayar sejumlah dana tambahan sebagai balas jasa pada pihak bank karena telah bersedia meminjamkan dana atau bahkan saat Anda terlambat melakukan angsuran.

Selain itu, perjanjian pada pembiayaan syariah dilakukan secara transparan dengan proses akad, dimana pada proses ini nasabah mengetahui biaya-biaya apa saja yang termasuk di dalam poin perjanjian. Selain itu, nasabah juga bisa melakukan negosiasi mengenai margin keuntungan bagi lembaga pembiayaan jika merasa keberatan. Yang pasti, kredit syariah di sini juga lebih aman karena sifatnya adalah kekeluargaan yang jelas akan menghindarkan Anda dari berbagai teror buruk seperti yang banyak ditayangkan oleh televisi, dimana jika nasabah memang tidak bisa membayar tepat waktu, nasabah tersebut memang akan didatangi oleh perwakilan pihak bank tetapi secara baik-baik tidak dengan grusa-grusu. Bahkan, nasabah bisa menyampaikan masalah yang sedang dihadapinya yang membuatnya terlambat untuk melunasi dan juga bisa menegosiasikan perpanjangan masa pelunasannya.

Poin penting lain dari pembiayaan syariah ini juga memungkinkan nasabahnya untuk berpartisipasi dalam zakat saat nasabah tersebut melakukan pinjaman di sana. Pihak bank akan menawarkan pada calon nasabah ini untuk turut aktif membayar zakat, karena memang keuntungan lembaga yang didapatkan, 2,5%-nya akan disalurkan untuk pembayaran zakat.

Nah, sekarang kami akan menyampaikan produk kredit pembiayaan syariah, antara lain:

  1. Pembiayaan usaha yang berbasis akad murabahah dan IMBT atau al ijaar al muntahi bit tamlik dimana pembiayaan ini ditawarkan untuk UKM dan pembiayaan pengadaan barang-barang modal UKM
  2. Pembiayaan kebutuhan barang tumah tangga seperti furniture, barang elektronik, dan lain-lain yang juga berbasis akad murabahah
  3. Pembiayaan multiguna yang juga berbasis akad murabahah dan IMBT yang dikenal dengan KTA syariah, dimana KTA syariah ini mencakup pembiayaan multiguna sehingga bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti pernikan, pendidikan, tempat usaha, membeli logam mulia, wisata halal, pergi umroh dan lain-lain
  4. Pembiayaan untuk pemilikan rumah yang bisa dilakukan dengan 3 jenis akad yakni akad murabahah, akad sewa beli IMBT atau akad kepemilikan secara bertahap (musyarakah mutanaqqisah. Untuk akad yang pertama, pihak bank akan membeli rumah yang diinginkan nasabah lebih dulu kemudian rumah ini dijual kembali pada nasabah yang bersangkutan. Akad yang kedua yakni nasabah akan dianggap menyewa rumah pada pihak bank dan saat akhir cicilan nasabah memiliki pilihan untuk membeli rumah yang dimaksud. Kemudian untuk akad yang terakhir adalah nasabah akan melakukan kerjasama dengan pihak bank untuk membeli rumah yang diinginkan dengan persentase yang telah disepakati.
  5. Pembiayaan kredit kendaraan bermotor